seberapa PEDE kamuh???

HALO TEMAN-TEMAN ONLINE...

jumpa lagi dengan aku yaitu seorang wanita biasa yang ingin menjadi luar biasa :)
jadi, aku akan membagikan sebuah artikel tentunya yang memiliki aroma aroma Psikologi,
pasti kalian kepo sangat kepo dan paling kepo hahahahahaha.

Temanteman online kalian pasti pernah sangat yakin binggow dalam memutuskan sesuatu, kalian percaya tentang kemampuan kalian sendiri, kalian berfikir kalau tindakan yang kalian ambil 100% dapat membahagiakan orang lain.
nahhh teman-teman online kondisi seperti itu dalam ilmu Psikologi di sebut "SELF EFFICACY". kalo bahasa gugelnya self efficacy itu berhubungan dengan "keyakinan diri memiliki kemampuan melakukan tindakan yang diharapkan".
tanpa berbacot ria dan menimbulkan kesan cuapcuap netijen, aku akan melampirkan artikel tentang apasihh sebenarnya 'SELF EFFICACY' ituh......
ayo teman teman jangan malas membaca


SELF EFFICACY

Self-efficacy adalah penilaian keyakinan diri tentang seberapa baik individu dapat melakukan tindakan yang diperlukan yang berhubungan dengan situasi yang prospektif, Bandura dalam (Pembelajaran, Kuliah, Tasawuf, & Shofiah, 2010). Baron dan Byrne mendefinisikan self-efficacy sebagai evaluasi diri seseorang terhadap kemampuan atau kompetensi untuk menampilkan tugas, mencapai tujuan dan mengatasi rintangan,(Pembelajaran et al., 2010). Jadi, self-efficacy adalah persepsi diri sendiri mengenai seberapa bagus diri dapat berfungsi dalam situasi tertentu yang berhubungan dengan keyakinan bahwa diri memiliki kemampuan melakukan tindakan yang diharapkan dan memuaskan untuk mencapai hasil tertentu.
Menurut Bandura terdapat tiga aspek dari self efficacy yang terdiri dari: 1) tingkatan (level), perbedaan self efficacy dari masing-masing individu dalam menghadapi suatu tugas dikarenakan perbedaan tuntutan yang dihadapi, jika halangan dalam mencapai tuntutan tersebut sedikit maka aktivitas mudah dilakukan, 2) keadaan umum (generality), individu akan menilai diri merasa yakin melalui bermacam-macam aktivitas atau hanya dalam daerah fungsi tertentu, 3) kekuatan (strength), pengalaman memiliki pengaruh terhadap self efficacy yang diyakini seseorang, pengalaman yang lemah akan melemahkan keyakinannya pula sedangkan keyakinan yang kuat terhadap kemampuan akan teguh dalam berusaha,(Made, Artha, & Supriyadi, 2013).
Menurut teori kognitif sosial Bandura, keyakinan self-efficacy mem- pengaruhi pilihan orang dalam membuat dan menjalankan tindakan yang mereka kejar. Individu cenderung berkonsentrasi dalam tugas- tugas yang mereka rasakan mampu dan percaya dapat menyelesai- kannya serta menghindari tugas-tugas yang tidak dapat mereka kerjakan. Keyakinan efficacy juga membantu menentukan sejauh mana usaha yang akan dikerahkan orang dalam suatu aktivitas, seberapa lama mereka akan gigih ketika menghadapi rintangan, dan seberapa ulet mereka akan menghadapi situasi yang tidak cocok.Keyakinan efficacy juga mempengaruhi sejumlah stress dan pengalaman kecemas- an individu seperti ketika mereka menyibukkan diri dalam suatu aktifitas, (Pajares, Schunk, & Concept, 1994).

1.      Dimensi dan Komponen self efficacy
Menurut Bandura,(Pembelajaran et al., 2010)
dimensi- dimensi self efficacy :
a.       Magnitude atau tingkat kesulitan tugas.
b.      Generality atau luas bidang perilaku
c.       Strenght atau kemantapan keyakinan.
komponen- komponen dari self efficacy :
a.       Efikasi ekspektasi, adalah keyakinan diri sendiri bahwa ia akan berhasil melakukan tindakan.
b.      Ekspektasi hasil, adalah perkiraan diri bahwa tingkah laku yang dilakukan diri itu akan mencapai hasil tertentu

2.      Faktor-faktor yang Mempengaruhi self-efficacy
a.        Pengalaman Keberhasilan (mastery experiences)
Keberhasilan yang sering didapatkan akan meningkatkan efikasi diri yang dimiliki seseorang, sedangkan kegagalan akan menurunkan efikasi dirinya. Apabila keberhasilan yang didapat seseorang lebih banyak karena faktor-faktor di luar dirinya, biasanya tidak akan membawa pengaruh terhadap peningkatan efikasi diri. Akan tetapi, jika keberhasilan tersebut didapatkan dengan melalui hambatan yang besar dan merupakan hasil perjuangannya sendiri, maka hal itu akan membawa pengaruh pada peningkatan efikasi diri nya.
b.      Pengalaman Orang Lain (vicarious experiences)
Pengalaman keberhasilan orang lain yang memiliki kemiripan denganindividu dalam mengerjakan suatu tugas biasanya akan meningkatkan efikasi diri seseorang dalam mengerjakan tugas yang sama. Efikasi diri tersebut didapat melalui social models yang biasanya terjadi pada diri seseorang yang kurang pengetahuan tentang kemampuan dirinya sehingga mendorong seseorang untuk melakukan modeling. Namun, efikasi diri yang didapat tidak akan terlalu berpengaruh bila model yang diamati tidak memiliki kemiripan atau berbeda dengan model.


 Daftar Pustaka 

Made, N., Artha, W. I., & Supriyadi, D. (2013). Hubungan Antara Kecerdasan Emosi dan Self Efficacy dalam Pemecahan Masalah Penyesuaian Diri Remaja Awal. Jurnal Psikologi Udayana Program Studi Psikologi, 1(1), 190–202.
Pajares, F., Schunk, D. H., & Concept, S.-. (1994). ( Perspektif Teori Kognitif Sosial dan Implikasinya terhadap Pendidikan ) Abd . Mukhid.
Pembelajaran, A., Kuliah, M., Tasawuf, A., & Shofiah, V. (2010). Self- efficacy, 214–229.

Komentar

  1. Waah sangat informatif, saya sangat tertarik dalam membahas tentang self efficacy ini, di tunggu ya macam2 informasi tentang psikologinya lagi. Daaan saya sangat senang dengan disertakannya dafpus jadi bisa lebih terpercayaaπŸ‘πŸ»

    BalasHapus
  2. Terima kasih teman teman 😍😍

    BalasHapus

Posting Komentar